Beranda | SMAN 15 Kota Bekasi
NPSN: 20252519 | @sman15bekasiofficial
Logo Utama SMAN 15 Kota Bekasi

Baca Artikel

Informasi terkini dan terpercaya dari SMAN 15 Bekasi.

Membaca Tanpa Suara

Ditulis oleh Yasmin 08 Aug 2026 Dilihat 22 kali

Cerpen-Aku bukan tipe orang yang akan langsung sok akrab dan menepuk pundak orang baru, aku termasuk tipe orang yang butuh waktu lumayan lama untuk beradaptasi. Beberapa temanku bilang aku pendiam, bahkan ada juga yang menyuruhku bergaul. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Isi kepalaku selalu berisik. Setiap gerak-gerik, helaan napas, atau senyum yang terlalu dipaksakan dari orang di depanku selalu otomatis terjemahkan ke dalam lembar analisis. 

Aku hanya butuh waktu untuk memastikan, apakah orang ini aman untuk didekati? Menganalisis setiap orang di kelas sebenarnya adalah hal yang tidak sengaja kulakukan. Namun, terkadang proses ini terasa menyakitkan jika aku menggali terlalu dalam apalagi untuk seseorang yang memiliki hati sensitif sepertiku. Setiap kali radar analisis ini menyala, aku sering kali tidak sengaja melihat atau mendengar hal-hal kecil yang menyakitkan. Rasanya seperti ada goresan halus di hatiku. Tapi kurasa itu wajar, karena hatiku memang sepeka itu terhadap sekitar. Disaat usiaku bertambah satu tahun dari sebelumnya, aku memulai lembaran baru dan menimba ilmu di lingkungan yang benar-benar asing. Di kelas ini, tidak ada satu orang pun yang aku kenal dari sekolah terdahulu. 

Setiap hari aku selalu mencoba beradaptasi dan membuka diri, tapi rasanya semakin hari justru semakin mustahil. Aku selalu berakhir dengan pikiran yang menghakimi diri sendiri: 'Kenapa aku tidak bisa seperti mereka? Apa aku kurang bergaul? Namun seiring berjalannya waktu, sebuah kesadaran baru mulai tumbuh. Pergi ke mana-mana sendirian ternyata tidak semenakutkan yang kukira. Dulu, aku memang selalu cemas jika tidak memiliki teman dekat atau merasa asing sendirian. Namun, aku sadar bahwa usiaku sekarang bukan lagi usia anak-anak. 

Hidup ini jalanku sendiri, dan aku tidak harus selalu bergantung pada kehadiran orang lain. Aku harus belajar mencintai diriku sendiri terlebih dahulu. Aku teringat sebuah kalimat bijak yang pernah kubaca: 'If you take life one step at a time, by the time you're done walking, someone will retrace your steps and understand what it takes to be great.' Salah satu kebiasaan buruk yang benar-benar harus kuubah adalah kurangnya rasa percaya diri dan overthinking yang terus-menerus. Itulah kenapa aku tidak bisa memberanikan diri untuk sok akrab kepada orang yang baru aku kenal. 

Jujur, hal ini sangat melelahkan. Aku selalu terjebak memikirkan pendapat orang lain tentang diriku mulai dari cara berpakaian, cara berbicara, hingga hal-hal kecil lainnya. Padahal jauh di lubuk hati, aku tahu sebuah kebenaran yang nyata: orang lain pun sebenarnya tidak akan sepeduli itu pada hidup kita. Mereka terlalu sibuk dengan urusan mereka sendiri, sementara aku di sini, sibuk terpenjara oleh ketakutan yang kubuat sendiri.  

Dan menghilangkan rasa tidak percaya diri itu rasanya sulit sekali bagiku. Padahal, aku tahu kunci utamanya sangat sederhana, aku hanya butuh sedikit lebih cuek terhadap apa yang orang lain pikirkan tentangku. Belajar untuk lebih menerima diri sendiri. Hingga akhirnya, saat momen menjelang kenaikan kelas mulai dekat, sebuah dorongan kuat muncul di hatiku. Aku sadar, tidak mungkin aku terus-menerus menyembunyikan diri dan tidak pernah mengajukan diri sampai kapan pun. Jika terus begini, bagaimana caranya aku bisa memperluas relasi dan melangkah maju?

Jadi, aku memberanikan diri untuk mulai keluar dari zona nyaman. Aku mencoba menyapa mereka terlebih dahulu, sedikit berpura-pura menjadi orang yang sok akrab, demi meruntuhkan dinding pembatas yang kubuat sendiri selama ini. 'The only person you should try to be better than is the person you were yesterday.' - Kang Taehyun TXT 

Ruang Diskusi (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!